Efek Pygmalion

Dalam konteks penebang pohon, gergaji harus selalu diasah. sebuah cerita dalam melakukan tugas penerunan secara signifikan produktivitas dikarenakan gergaji tidak diasah secara teratur. Proses “mengasah” potensi dan skill dilakukan secara sengaja dan tidak sengaja. Tidak sengaja dengan melakukan kegiatan dan menganalisisnya. Sengaja adalah dengan memperdalam teori dan benchmarking dengan pihak lain.
Sebuah buku/modul/diktat selalu didominasi dengan gaya penulisnya. Sementara pemakai/pengguna mempunyai gaya dan karakter sendiri.
Efek Pygmalion, dalam ilmu pendidikan :

  1. Para pendidik akan memperlakukan semua peserta didik dengan apa yang dia impikan;
  2. Pendidik memelihara harapan bahwa semua anak didik adalah pintar;
  3. Harapan dan keyakinan pengajar akan terpancar lewat caranya mengajar dan memperlakukan anak didik

Hasil riset membuktikan bahwa anak didik yang diperlakukan baik oleh gurunya dan selalu disapa “anak manis” atau “anak pintar” akan menunjukkan prestasi yang lebih baik daripada anak yang tidak mendapat perlakuan serupa.

Kata-kata yang dipilih oleh pendidik dalam mengelola kelas sangat berpengaruh pada proses pencapaian tujuan.

Penuangan huruf pada keyboard sebuah mesin tulis, HP, dll (Dvorak Layout dan QWERTY Layout).

Dua alasan dalam menggunakan metode :

  1. Latar belakang teknis
  2. Latar belakang filosofis

Lima aspek dalam pembelajaran :

  1. Pelatih. Mempunyai karakteristik pribadi masing-masing;
  2. Metode. Disesuaikan dengan penguasaan metode tersebut dan karakteristik materi ajar;
  3. Peserta. Karakter peserta beragam, baik dalam satu kelas maupun lain rombongan belajar.
  4. Materi. Apakah materi merupakan teoritis atau terapan;
  5. Media. Media bantu yang paling cocok dalam melaksanakan pembelajaran.

Tujuan dari modul dan materi pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang dilakukan.  Tujuan pembelajaran ditetapkan terlebih dahulu. Semua stratgei diarahkan kepada bagaimana mencapai tujuan. Jangan sampai tujuan tidak tercapai. Materi dikerucutkan pada pendekatan spesialisasi untuk mencapai tujuan. Proses harus diarahkan kepada pencapaian tujuan.

Penguasaan peserta : tingkat pengetahuan dan ilmu; tingkat pendidikan; latar belakang budaya; lingkungan.

Aspek pendidikan : kognitif, afektif, psikomotorik, komitmen, kompetensi, kepercayaan diri. kompetensi ditentukan pada penguasaan konsep dan teori serta implementasinya. kompetensi tidak cukup dalam menentukan kesuksesan. Ada komitmen yaitu ketaatan pada apa yang disepakati; kepercayaan diri yaitu kondisi seseorang yang menjadikan penampilannya mampu membangun suasana kondusif dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

Tentang Harli Trisdiono

Saya seorang praktisi pendidikan, bertugas di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (LPM DIY)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s